Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Siomanuru Melalui Pengembangan Produk Arang Aktif Berbasis Tempurung Kelapa
Keywords:
Pemberdayaan Kelompok Tani, Arang Aktif, Tempurung Kelapa, Nilai Tambah, Ekonomi Kreatif, Participatory Action ResearchAbstract
Tempurung kelapa di Desa Siomanuru, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, selama ini dibuang sebagai limbah tanpa nilai ekonomi meskipun memiliki potensi besar sebagai bahan baku arang aktif bernilai jual tinggi. Program Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) ini bertujuan memberdayakan sepuluh kelompok tani melalui pelatihan teknis produksi arang aktif dan pendampingan intensif berbasis Participatory Action Research (PAR). Dengan melibatkan 20 informan kunci dari 10 kelompok tani yang merepresentasikan 345 anggota petani dan lahan seluas 71,7 hektar, program ini menggunakan instrumen wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), pre-test/post-test, dan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata 115,0% (skor 37,9 menjadi 81,5), rasio nilai tambah bruto 63,3%, nilai produksi gabungan Rp 70.000.000/bulan, dan keuntungan per kelompok sebesar Rp 3.400.000/bulan, melampaui UMK Buton 2026. Seluruh 10 kelompok secara konsensus mengusulkan pembentukan koperasi gabungan sebagai strategi keberlanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JANNAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





