Budidaya Ikan Cupang Black-Base dan Strategi Pemasaran Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sukaraya Bekasi
Keywords:
Black Betta Fish, Aquaculture, Digital Marketing, Economic Empowerment, Sukaraya VillageAbstract
Ikan cupang warna dasar hitam (Betta splendens var. black) merupakan varian ikan hias bernilai ekonomi tinggi yang ketersediaannya di pasaran sangat terbatas. Penelitian pengabdian ini dilaksanakan di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, pada Januari–Februari 2026, dengan sasaran 10 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas berpenghasilan rata-rata Rp1.200.000–1.800.000/bulan. Kegiatan meliputi: survei dan observasi awal, penyuluhan, pelatihan teknis budidaya, pendampingan pemasaran online, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa kondisi ekologi perairan Desa Sukaraya (suhu 26,5–28,5°C, pH 6,5–7,0) sangat mendukung budidaya ikan cupang black-base. Dari 10 KK peserta, 8 KK (80%) berhasil melakukan pemijahan dan memperoleh keuntungan nyata, sementara 2 KK (20%) menghadapi kendala teknis yang berhasil diatasi pada siklus kedua. Penerapan pemasaran online melalui Instagram dan e-commerce meningkatkan jumlah penjualan 3–6 kali lipat dengan laba bersih rata-rata Rp1.340.000–4.340.000 per bulan dari modal awal Rp500.000.





