LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan
http://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/learntech
<p data-start="104" data-end="674"><strong data-start="104" data-end="146">LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan</strong> adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian konseptual, dan pengembangan dalam bidang teknologi pendidikan. Jurnal ini hadir sebagai sarana publikasi bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pengembang media pembelajaran yang memiliki ketertarikan terhadap integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Fokus utama jurnal ini adalah pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal. </p>PT. Mifandi Mandiri Digitalen-USLEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan3108-9666Implementasi Media Edukatif Multimodal untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Siswa Sekolah Dasar
http://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/learntech/article/view/714
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar melalui penggunaan media edukatif multimodal dalam pembelajaran. Rendahnya pemahaman siswa mengenai konsep makanan sehat dan pemilihan jajanan sehat menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa tes literasi kesehatan berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil uji validitas menunjukkan nilai r-hitung berkisar antara 0,42–0,78 yang lebih besar dari r-tabel 0,361, sehingga seluruh butir soal dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan <em>Cronbach’s Alpha</em> menghasilkan nilai 0,85 yang menunjukkan kategori reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar, serta <em>N-Gain</em> untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai literasi kesehatan siswa meningkat dari 59,65 pada pra-siklus menjadi 66,80 pada siklus I dan 73,25 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat hingga 80% pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu ≥75% siswa mencapai nilai ≥70. Hasil perhitungan <em>N-</em><em>Gain</em> sebesar 0,34 menunjukkan peningkatan pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif multimodal efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar<em>.</em></p>Lintang Aulia SutardiEkawati Rini Wulansari
Copyright (c) 2026 Lintang Aulia Sutardi, Ekawati Rini Wulansari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-102026-03-102010918Analisis Konseptual Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi di Indonesia Menuju Era Society 5.0
http://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/learntech/article/view/946
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual transformasi pembelajaran berbasis teknologi dalam sistem pendidikan di Indonesia pada era <em>Society 5.0</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (<em>library research</em>) yang mengkaji berbagai literatur ilmiah mutakhir, dokumen kebijakan pendidikan nasional, serta hasil penelitian yang relevan dengan digitalisasi pendidikan. Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur pada database jurnal nasional seperti SINTA, Garuda, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em> melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia ditandai dengan penguatan ekosistem digital melalui pemanfaatan <em>Learning Management System</em> (LMS), kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence</em>), analitik data pendidikan, serta media pembelajaran interaktif. Selain itu, terjadi pergeseran peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator dan desainer pembelajaran digital yang menuntut kompetensi pedagogik digital yang adaptif. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama transformasi pembelajaran meliputi kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta perlunya integrasi nilai-nilai humanistik dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran berbasis teknologi pada era <em>Society 5.0</em> harus dilaksanakan secara sistemik, inklusif, dan berkelanjutan dengan menempatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan dimensi kemanusiaan dalam pendidikan<em>.</em></p>Hengki NurhudaMuhammad Hafiz
Copyright (c) 2026 Hengki Nurhuda, Muhammad Hafiz
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-102026-03-102012736Pengembangan Media Interaktif “PUWZA” Materi Perubahan Wujud Zat untuk Kemampuan Berpikir Kritis
http://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/learntech/article/view/782
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan, dan menguji keefektifan media interaktif “Puwza” pada materi perubahan wujud zat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV di salah satu SDN yang ada di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan Borg and Gall yang meliputi sepuluh tahap, mulai dari analisis potensi dan masalah hingga pembuatan produk massal. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah 28 siswa terdiri dari 22 kelompok besar dan 6 kelompok kecil. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dokumentasi, serta tes berupa <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em>, uji t, dan perhitungan <em>N-gain</em>. Siswa sudah mampu berpikir kritis karena telah mampu melakukan interpretasi, analisis, evaluasi,<em> inference, explanation</em>, dan regulasi diri. Penelitan ini divalidasi oleh seorang ahli media dan seorang ahli materi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media interaktif “Puwza” memperoleh persentase kelayakan sebesar 98% dari ahli materi dan 94% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Hasil uji keefektifan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, ditunjukkan oleh nilai rata-rata <em>post-test</em> yang lebih tinggi dibandingkan <em>pre-test</em> serta nilai <em>N-gain</em> sebesar 0,70 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, media interaktif “PUWZA” dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi perubahan wujud zat<em>.</em></p>Niken Ariyana PutriFina Fakhriyah
Copyright (c) 2026 Niken Ariyana Putri, Fina Fakhriyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-102026-03-102011926Analisis Kebutuhan Multimedia Interaktif Sistem Tata Surya (SETARA) pada Siswa Kelas VI di Sekolah Dasar
http://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/learntech/article/view/810
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan multimedia interaktif Sistem Tata Surya (SETARA) pada siswa kelas VI di Sekolah Dasar Winong Pati. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai kondisi pembelajaran, kebutuhan siswa, serta kesiapan sekolah dalam penerapan multimedia interaktif. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VI dan guru kelas VI Sekolah Dasar Winong Pati. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Sistem Tata Surya masih didominasi oleh metode konvensional dengan penggunaan media yang terbatas, sehingga kurang mampu memfasilitasi pemahaman konsep abstrak dan menurunkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Siswa menunjukkan kebutuhan terhadap multimedia interaktif yang memuat visualisasi, animasi, simulasi, dan evaluasi interaktif untuk membantu memahami materi Sistem Tata Surya secara lebih konkret dan menarik. Guru juga menyatakan perlunya multimedia interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, selaras dengan Kurikulum Merdeka, serta mudah digunakan dalam pembelajaran. Meskipun penelitian tentang multimedia interaktif dalam pembelajaran IPA telah banyak dilakukan, sebagian besar studi lebih berfokus pada tahap pengembangan dan pengujian efektivitas media tanpa diawali analisis kebutuhan yang kontekstual di sekolah dasar. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan mengkaji kebutuhan multimedia interaktif Sistem Tata Surya (SETARA) berdasarkan kondisi nyata pembelajaran serta kesiapan fasilitas teknologi di sekolah, seperti penggunaan <em>smartphone</em> oleh siswa dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) di kelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fasilitas teknologi sebenarnya telah tersedia, namun pemanfaatannya dalam pembelajaran IPA masih belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan dasar empiris untuk pengembangan multimedia interaktif yang lebih kontekstual, sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka<em>.</em></p>Lina Nikmatur RRFina Fakhriyah
Copyright (c) 2026 Lina Nikmatur RR, Fina Fakhriyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-072026-03-072010108