https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/issue/feed EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran 2026-11-08T04:16:44+00:00 Yulia Fitri Ananda, M.Pd.T edukatif96@gmail.com Open Journal Systems <p class="" data-start="123" data-end="553"><strong data-start="123" data-end="184">EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran</strong> merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang pembelajaran pada berbagai jenjang dan bidang pendidikan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah bagi para peneliti, pendidik, praktisi, dan akademisi dalam menyebarluaskan gagasan, inovasi, serta temuan terbaru yang berkaitan dengan teori dan praktik pembelajaran. Ruang lingkup jurnal ini mencakup desain pembelajaran, strategi dan metode pengajaran, media dan teknologi pendidikan, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan profesional pendidik. Artikel yang dipublikasikan diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.</p> https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/805 Analisis Kebutuhan Media Digital Interaktif Berbasis Android pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar 2026-02-19T07:44:22+00:00 Rumlinda Rumlinda rumlinda70@gmail.com Fina Fakhriyah fina.fakhriyah@umk.ac.id <p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar perlu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, visual, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif. Salah satu materi yang memerlukan representasi konkret adalah Warisan Budaya Indonesia, karena keragaman bentuk budaya, benda, tradisi, dan praktik sosial tidak seluruhnya dapat diamati secara langsung di lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan media digital interaktif berbasis Android untuk pembelajaran IPAS kelas VI sekolah dasar sebagai tahap awal penelitian dan pengembangan (R&amp;D). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Weton dan SD Negeri Turusgede, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, dengan melibatkan 38 siswa dan 10 guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil pada butir pengalaman penggunaan media menunjukkan bahwa 9 dari 10 guru (90%) menyatakan tidak pernah menggunakan media digital interaktif untuk menjelaskan materi Warisan Budaya Indonesia, sedangkan seluruh siswa (38 orang atau 100%) menyatakan belum pernah menggunakannya untuk mempelajari materi tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan penyajian materi yang kaya visual dan interaktif dengan pengalaman belajar yang dilaporkan responden. Berdasarkan sintesis temuan dan kajian teori, media yang dirancang perlu memuat materi terstruktur, visualisasi budaya, audio atau video pendukung, aktivitas interaktif dengan umpan balik, navigasi sederhana, serta akses melalui perangkat Android. Penelitian ini menghasilkan rumusan kebutuhan awal dan belum menguji kelayakan maupun efektivitas produk<em>.</em></p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rumlinda Rumlinda, Fina Fakhriyah https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/1264 Transformasi Tata Kelola Pembiayaan Pendidikan Berbasis Digital: Studi Kepustakaan tentang Transparansi dan Akuntabilitas 2026-07-25T14:51:03+00:00 Awla Putri Adibah awlaputri2@gmail.com Shaleh Shaleh shaleh@gmail.com Sarif Hidayatulloh sarif@gmail.com Rangga Pratama Saputra rangga@gmail.com <p>Tata kelola pembiayaan pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan anggaran pendidikan yang efektif dan akuntabel. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya transparansi, lemahnya akuntabilitas, serta masih ditemukannya penyimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan menunjukkan perlunya mekanisme tata kelola yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam memperkuat tata kelola pembiayaan pendidikan, mengidentifikasi implementasinya dalam siklus pembiayaan pendidikan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk optimalisasi pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dokumen kebijakan, dan publikasi organisasi internasional yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan dan transformasi digital. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang meliputi reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan signifikan dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas tata kelola pembiayaan pendidikan. Implementasinya mencakup seluruh siklus pembiayaan melalui <em>e-planning</em>, <em>e-budgeting</em>, <em>e-monitoring</em>, <em>e-reporting</em>, sistem informasi terintegrasi, dan teknologi <em>blockchain</em>. Optimalisasi pemanfaatan teknologi digital memerlukan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia yang kompeten, integrasi sistem, dan regulasi yang mendukung guna mewujudkan tata kelola pembiayaan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan<em>.</em></p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Awla Putri Adibah, Shaleh Shaleh, Sarif Hidayatulloh, Rangga Pratama Saputra https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/963 Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS pada Siswa Kelas V SD N Giripeni 2026-05-11T11:53:22+00:00 Shevia Ajeng Lestari Ajenglestari578@gmail.com Geyol Sugiyanta Ajenglestari578@gmail.com Ratri Shinta Wardhani Ajenglestari578@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model <em>discovery learning</em> dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS pada siswa kelas V di SD Negeri Giripeni tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian iniadalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observai, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas VSD Negeri Giripeni yang terdiri dari 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dan teknik analisis kualitatif. Indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan 75% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang telah ditentukan yaitu ≥75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model <em>discovery learning</em> mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS materi jaring-jaring makanan siswa kelas V SD Negeri Giripeni. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data yang diperoleh dengan rata-rata pemahaman konsep meningkat dari pra-siklus sebesar 41,15 (0%) menjadi 75,38 (61,53%) pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 80 (84,61%) pada siklus II. Hasil tersebut mampu mencapai indikator keberhasilan. Disimpulkan bahwa model <em>discovery learning</em> dapat meningkatkan pemahaman konsep IPAS pada siswa kelas V SD Negeri Giripeni tahun ajaran 2025/2026<em>.</em></p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Shevia Ajeng Lestari, Geyol Sugiyanta, Ratri Shinta Wardhani https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/1368 Analisis Perkembangan Kognitif, Bahasa, dan Sosio-Emosional Anak Sekolah Dasar dengan Indikasi Disleksis: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pati 2026-07-25T14:40:37+00:00 Feni Astreani feni@gmail.com Ika Fitriani ikafitranika@gmail.com Risa Novi Kusumaningrum risa@gmail.com Sari Widya Nugraheni sari@gmail.com <p>Disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis meskipun individu memiliki tingkat kecerdasan normal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kognitif, bahasa, dan sosio-emosional anak sekolah dasar yang menunjukkan karakteristik disleksia. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan asesmen psikopedagogis terhadap dua peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara guru dan orang tua, tes kemampuan dasar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AZ memiliki karakteristik yang mengarah pada disleksia, ditandai dengan kesulitan membaca dan menulis yang konsisten meskipun memiliki kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan regulasi emosi yang baik. Sebaliknya, AH menunjukkan hambatan perkembangan yang lebih kompleks meliputi aspek akademik, sosial, emosional, dan lingkungan keluarga sehingga tidak dapat langsung dikategorikan sebagai disleksia. Temuan penelitian menegaskan pentingnya asesmen komprehensif dalam membedakan gangguan belajar spesifik dengan hambatan belajar akibat faktor psikososial dan lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengembangan layanan pendidikan inklusif dan strategi intervensi dini bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar<em>.</em></p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Feni Astreani, Ika Fitriani, Risa Novi Kusumaningrum, Sari Widya Nugraheni https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/1105 Analisis Metodologis Populasi, Sampling, dan Partisipan dalam Praktik Penelitian Ilmiah Pendidikan: A Systematic Literature Review 2026-07-25T14:28:55+00:00 Ricky Firmansyah ricky@ars.ac.id Melinda Putri Mubarika melinda.mubarikaputri@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis <em>problem</em>atika penetapan populasi, <em>sampling</em>, ukuran sampel, dan pemilihan partisipan dalam penelitian pendidikan serta konsekuensinya terhadap validitas eksternal, generalisasi, transferabilitas, dan kredibilitas bukti. Penelitian menggunakan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berbasis PRISMA 2020 terhadap artikel jurnal tahun 2021-2026. Strategi pencarian diperluas untuk memperoleh literatur yang relevan, menghasilkan 24 artikel yang dianalisis melalui ekstraksi terstruktur dan sintesis naratif-tematik. Hasil menunjukkan tiga pola kritis: (1) lemahnya justifikasi hubungan antara tujuan penelitian, populasi sasaran, dan sampel/partisipan; (2) ukuran sampel sering diperlakukan sebagai angka administratif tanpa dikaitkan dengan desain dan tujuan inferensi; dan (3) batas generalisasi atau transferabilitas kurang dijelaskan sesuai konteks dan pemilihan subjek. Temuan menegaskan bahwa kredibilitas penelitian pendidikan dibentuk sejak penentuan siapa yang diteliti. Peneliti perlu mendokumentasikan populasi, kriteria partisipan, teknik dan ukuran <em>sampling</em>, serta batas klaim penelitian secara eksplisit<em>.</em></p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ricky Firmansyah, Melinda Putri Mubarika