https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/issue/feedEDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran2026-07-31T00:00:00+00:00Yulia Fitri Ananda, M.Pd.Tedukatif96@gmail.comOpen Journal Systems<p class="" data-start="123" data-end="553"><strong data-start="123" data-end="184">EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran</strong> merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang pembelajaran pada berbagai jenjang dan bidang pendidikan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah bagi para peneliti, pendidik, praktisi, dan akademisi dalam menyebarluaskan gagasan, inovasi, serta temuan terbaru yang berkaitan dengan teori dan praktik pembelajaran. Ruang lingkup jurnal ini mencakup desain pembelajaran, strategi dan metode pengajaran, media dan teknologi pendidikan, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan profesional pendidik. Artikel yang dipublikasikan diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.</p>https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/673Implementasi Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar2026-02-19T08:12:37+00:00Heni Novita Sariheninovitasari613@gmail.comYuris Indria Persadayurispersada.fip@um.ac.id<p>Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Make a Match</em>. Penelitian dilangsungkan pada dua siklus dengan mencakup atas dua kali pertemuan dengan tahapan perencanaan dilanjtukan pelaksanaan beserta observasi hingga refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data mencakup observasi ataupun pemberian tes beserta dokumentasi guna mengukur perkembangan hasil belajar selama pelaksanaan tindakan secara menyeluruh ataupun berkelanjutan yang menjadikan bisa menggambarkan perubahan kemampuan siswa setiap siklusnya. Penelitian tindakan kelas ini dilangsungkan selaku upaya guna mengatasi rendahnya capaian belajar siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila mengenai Negaraku. Temuan penelitian memperlihatkan terdapatnya peningkatan hasil belajar yang sangat signifikan. Pada tahap pra-siklus didapatkan bahwa nilai rata-rata siswa hanya mencapai 46,66 dengan tingkat ketuntasan 18,51% Setelah tindakan hingga akhir siklus II didapatkan nilai rata-rata meningkat menjadi 89,59 dan ketuntasan belajar mencapai 92,59%. Model <em>Make a Match</em> memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta mendorong siswa untuk aktif berinteraksi dalam mencari pasangan kartu sesuai materi pembelajaran yang telah diberikan guru. Strategi tersebut mampu meningkatkan pemahaman konsep beserta partisipasi ataupun rasa percaya diri siswa pada proses pembelajaran. Penggunaan model kooperatif tipe <em>Make a Match</em> terbukti mampu meningkatkan pemahaman ataupun minat beserta prestasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar<em>.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Heni Novita Sari, Yuris Indria Persadahttps://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/792Nilai-Nilai Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Multikultural: Kajian Turats Ayyuhal Walad Karya Imam Al-Ghazali2026-02-19T08:18:04+00:00Nurhayati Nurhayatinurhayati@gmail.comTalitha Nabilahtalitha@gmail.comImam Sodriimamsodri48@gmail.com<p>Perbedaan Perbedaan budaya dan kepercayaan dalam masyarakat multikultural merupakan tantangan dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam, sehingga nilai toleransi menjadi aspek penting dalam menjaga harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai toleransi dalam pendidikan Islam multikultural yang terkandung dalam kitab <em>Ayyuhal Walad</em> karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Dalam mengkaji dan menafsirkan isi teks, khususnya teks-teks klasik, digunakan analisis tematik dengan pendekatan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali dalam kitab <em>Ayyuhal Walad</em> menekankan nilai kasih sayang (rahmah), penghormatan terhadap perbedaan, serta pendekatan dialogis dalam menyampaikan ajaran agama yang tidak bersifat memaksa. Secara khusus, Al-Ghazali menekankan pentingnya kelembutan dalam berdakwah, pengendalian diri dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta pembinaan akhlak sebagai dasar hubungan sosial yang harmonis. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa toleransi dalam perspektif Al-Ghazali tidak hanya dipahami sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan sosial yang penuh hikmah dan kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membangun pendidikan agama Islam yang inklusif dan relevan dengan konteks masyarakat multikultural<em>.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhayati Nurhayati, Talitha Nabilah, Imam Sodrihttps://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/802Implementasi Nilai Keagamaan dan Karakter Anak Usia Dini melalui Kurikulum Berbasis Lingkungan Pesantren2026-02-19T08:00:04+00:00Dianti Yani Rohmahdiantiyani10@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai keagamaan dan karakter anak usia dini melalui penerapan kurikulum berbasis lingkungan pesantren di TK MNU Khadijah IV Senggowar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik kelompok A dan B. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum di TK MNU Khadijah IV Senggowar telah mengintegrasikan nilai keimanan, ketaqwaan, akhlakul karimah, serta muatan ASWAJA secara terstruktur dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan Implementasi nilai keagamaan dilakukan melalui kegiatan sehari-hari, keteladanan guru, serta kegiatan religius seperti ibadah bersama, hafalan doa dan surah pendek, serta aktivitas keagamaan yang menjadi ciri khas pesantren. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pesantren tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ekosistem pendidikan alami yang mendukung Implementasi nilai keagamaan melalui budaya, tradisi, dan aktivitas keagamaan lainnya yang dekat dengan kehidupan anak. Faktor yang pendukung Implementasi meliputi suasana lingkungan religius pesantren, komitmen guru, dan dukungan orang tua, Adapun faktor penghambat berasal dari perbedaan latar belakang keluarga yang mempengaruhi konsistensi pembiasaan karakter peserta didik di luar lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis lingkungan pesantren efektif dalam memperkuat nilai keagamaan dan karakter anak usia dini. Temuan ini menjadi implikasi praktis bagi lembaga pendidikan berbasis agama dalam mengembangkan model penguatan karakter melalui intregasi budaya sekolah dan lingkungan belajar religius<em>.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dianti Yani Rohmahhttps://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/858Analisis Kendala Implementasi Pembelajaran Mendalam (Berbasis 6C) di SDIT Al Azhar Panggung Kowel Pamekasan2026-02-19T08:21:19+00:00Galih Waskitosupriyadi@umsida.ac.idHeriyanto Heriyantosupriyadi@umsida.ac.idElly Armayanti Armansupriyadi@umsida.ac.idKhoirun Nisasupriyadi@umsida.ac.idSupriyadi Supriyadisupriyadi@umsida.ac.id<p>Pembelajaran Mendalam (<em>Deep Learning</em>) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengembangan kompetensi Abad ke-21 melalui proses belajar yang bermakna, berkesadaran, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Azhar Panggung Kowel Pamekasan tahun ajaran 2025–2026. Penggunaan metode kualitatif untuk desain studi kasus ini, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran di kelas, dan analisis dokumen perangkat pembelajaran. Adapun hasil dari penelitian membuktikan bahwa implementasi Pembelajaran Mendalam menghadapi 4 kendala utama, yaitu: (1) kompetensi dan paradigma pedagogis guru yang belum sepenuhnya beralih dari pembelajaran berorientasi konten ke kompetensi 6C; (2) kurikulum yang padat dan sistem asesmen yang masih tradisional; (3) keterbatasan infrastruktur dan sumber daya teknologi; dan (4) dukungan manajemen dan budaya sekolah yang belum terstruktur secara sistematis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan strategi pelatihan yang memudahkan guru dan peserta didik adaptif terhadap perubahan.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Galih Waskito, Heriyanto Heriyanto, Elly Armayanti Arman, Khoirun Nisa, Supriyadi Supriyadihttps://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/edukatif/article/view/1322Analisis Peran Pendidikan Multikultural untuk Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas VI2026-07-25T14:44:50+00:00Hanim Mukhtiyani Mahmudahabdullahfuad807@gmail.comFuad Abdullahfuad@gmail.comMuhammad Fashihulisanmuhammad@gmail.comErik Aditia Ismayaerikaditia@gmail.com<p>Keberagaman latar belakang siswa di lingkungan sekolah berpotensi menimbulkan kurangnya pemahaman terhadap perbedaan dan sikap intoleransi apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang menanamkan nilai penghargaan terhadap keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam menumbuhkan nilai toleransi pada siswa kelas VI melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri Karangsari 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 27 siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural diintegrasikan dalam pembelajaran IPS melalui materi keberagaman, kegiatan diskusi kelompok, serta pembiasaan kerja sama tanpa membedakan latar belakang siswa. Implementasi tersebut berperan dalam menumbuhkan nilai toleransi yang ditunjukkan melalui sikap menghargai pendapat teman, bekerja sama, saling membantu, dan menghormati keberagaman di lingkungan kelas. Dengan demikian, pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membentuk karakter toleransi siswa melalui pembelajaran IPS yang kontekstual dan interaktif.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hanim Mukhtiyani Mahmudah, Fuad Abdullah, Muhammad Fashihulisan, Erik Aditia Ismaya