Manajemen Rantai Nilai Kakao Berbasis Kelembagaan Petani dalam Penguatan Posisi Tawar Petani di Kabupaten Kolaka

Authors

  • Astil Harli Roslan STIE Enam Enam Kendari, Kendari
  • Syahra Syahra Akademi Bisnis 11 Oktober Kendari, Kendari

Keywords:

Rantai Nilai, Kakao, Petani, Pemasaran, Posisi Tawar

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis di Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Kolaka, namun potensi produksinya belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan rantai nilai yang mampu meningkatkan posisi tawar petani. Artikel ini bertujuan menganalisis struktur rantai nilai kakao di Kabupaten Kolaka, mengidentifikasi alur produk, alur informasi, dan alur harga, serta merumuskan kebutuhan awal penguatan tata kelola rantai nilai berbasis kelembagaan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis terbatas dan analisis data sekunder. Kebaruan artikel terletak pada integrasi kajian literatur sistematis terbatas dengan pemetaan data sekunder lokal untuk membaca rantai nilai kakao tidak hanya dari sisi saluran pemasaran, tetapi juga dari aspek kelembagaan, posisi tawar, dan kebutuhan ketertelusuran digital. Literatur dianalisis dari artikel ilmiah, laporan kebijakan, dokumen statistik, serta sumber resmi pemerintah yang relevan dengan kakao, rantai nilai, pemasaran, kelembagaan petani, dan ketertelusuran. Data utama bersumber dari SIMDATA Sulawesi Tenggara 2024, Outlook Kakao 2025 Kementerian Pertanian, BPS Kabupaten Kolaka, serta studi pemasaran kakao di Kolaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kolaka memiliki 25.106 ha areal kakao, produksi 8.450 ton, produktivitas 509,67 kg/ha, dan 19.529 petani pada 2024. Namun, posisi tawar petani masih dibatasi oleh ketergantungan pada pembeli, keterbatasan informasi harga, mutu yang belum konsisten, dan lemahnya pencatatan produksi. Kajian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan dashboard ketertelusuran digital untuk memetakan aktor, produksi, mutu, harga, dan relasi pasar. Secara makro, hasil kajian ini dapat menjadi dasar kebijakan daerah dalam membangun ekosistem kakao berbasis data, kelembagaan, dan pasar berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Astil Harli Roslan, & Syahra, S. (2026). Manajemen Rantai Nilai Kakao Berbasis Kelembagaan Petani dalam Penguatan Posisi Tawar Petani di Kabupaten Kolaka. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 1(03), 74–87. Retrieved from https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/ekonoma/article/view/1346

Issue

Section

Articles