Peningkatan Literasi Penggunaan Antibiotik Rasional Melalui Edukasi Interaktif bagi Pasien di Puskesmas Antara, Makassar
Keywords:
Antibiotik, Resistensi, Edukasi Kesehatan, Puskesmas, Penggunaan RasionalAbstract
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya resistensi antimikroba di masyarakat. Kondisi ini berdampak pada menurunnya efektivitas pengobatan infeksi serta meningkatkan risiko komplikasi penyakit. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan antibiotik secara bijak sangat penting dilakukan, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas Antara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara benar dan rasional. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan secara langsung kepada masyarakat disertai pembagian leaflet edukasi. Materi meliputi pengertian antibiotik, penyebab resistensi, aturan penggunaan yang benar, bahaya penggunaan tanpa resep, serta dampak penggunaan yang tidak tepat. Kegiatan dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta lebih mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat. Berdasarkan pre-test dan post-test terhadap 29 peserta, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 58,2% menjadi 84,6% (peningkatan 26,4%). Selain itu, 90% peserta menyatakan lebih memahami bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep setelah mengikuti penyuluhan. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berbasis interaksi langsung dan media cetak sederhana efektif meningkatkan pemahaman masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam mencegah resistensi antimikroba melalui penggunaan antibiotik yang tepat, aman, dan rasional
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JANNAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





