Pembuatan dan Pemanfaatan Biopestisida Daun Sirih dan Kulit Bawang Putih di Dusun Topo Indah
Keywords:
Biopestisida, Daun Sirih, Kulit Bawang Putih, Sosialisasi, Pertanian berkelanjutanAbstract
Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, dan lingkungan. Salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan adalah pemanfaatan biopestisida berbahan alami, seperti daun sirih dan kulit bawang putih, yang memiliki kandungan senyawa aktif sebagai pengendali hama tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Topo Indah, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur dalam pembuatan dan pemanfaatan biopestisida berbahan dasar daun sirih dan kulit bawang putih. Sosialisasi dengan sasaran warga dan kelompok tani melalui metode penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan pembuatan biopestisida. Proses pembuatan dilakukan menggunakan daun sirih, kulit bawang putih, dan air, yang kemudian didiamkan selama 48 jam sebelum diencerkan sesuai kebutuhan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman mengenai dampak penggunaan pestisida kimia, manfaat biopestisida, serta teknik pembuatan dan pengaplikasiannya pada tanaman. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Kegiatan ini memberikan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, ekonomis, dan ramah lingkungan serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JANNAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





