Pendampingan Pembuatan Qris Melalui GoPay Merchant Bagi Umkm Di Desa Bulurejo Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten
Keywords:
Digitalisasi, UMKM, QRISAbstract
Pembayaran digital mulai menjadi bagian dari kegiatan UMKM, tetapi kesiapan setiap pelaku usaha, terutama di wilayah perdesaan, tidak sama. Program Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan mengenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan mendampingi pendaftaran GoPay Merchant pada UMKM di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan berlangsung pada 29 Juni sampai 4 Juli 2026. Data dihimpun melalui kunjungan langsung, observasi, tanya jawab, edukasi, pendampingan, dan dokumentasi, kemudian disajikan secara deskriptif. Sebanyak 56 UMKM berhasil didatangi. Sebelum kegiatan, 20 UMKM (35,7%) sudah memiliki QRIS. Sebanyak 12 UMKM (21,4%) bersedia mengikuti pendampingan pembuatan QRIS, sedangkan 24 UMKM (42,9%) belum menggunakannya. Pelaku usaha yang belum memakai QRIS menyampaikan beberapa alasan, yaitu belum terbiasa menggunakan telepon seluler untuk transaksi, menganggap pembayaran digital cukup rumit, sudah memakai metode pembayaran lain, atau masih merasa pembayaran tunai lebih praktis. Kunjungan dari tempat usaha ke tempat usaha memudahkan tim menyesuaikan penjelasan dan membantu pelaku usaha menyelesaikan tahap pendaftaran. Hasil kegiatan ini menunjukkan perluasan akses awal terhadap QRIS, tetapi belum membuktikan penggunaan rutin ataupun peningkatan pendapatan. Tindak lanjut yang diperlukan meliputi simulasi transaksi, edukasi keamanan akun, pencatatan keuangan sederhana, dan pemantauan penggunaan QRIS setelah pendaftaran.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JANNAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





