Pengetahuan dan Perilaku Gizi Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia melalui Kegiatan Penyuluhan di MTsN 7 Aceh Barat
Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Penyuluhan Gizi, PengetahuanAbstract
Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah normal sehingga mengurangi kemampuan tubuh dalam mengangkut oksigen. Masalah ini banyak terjadi pada remaja putri karena kebutuhan zat besi yang meningkat, kehilangan darah saat menstruasi, serta rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Berdasarkan laporan WHO, prevalensi anemia global mencapai 30,7% pada wanita usia 15–49 tahun, 35,5% pada ibu hamil, 30,5% pada wanita tidak hamil, dan 39,8% pada anak usia 6–59 bulan. Di Indonesia, Riskesdas 2018 mencatat prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32%, sedangkan data program nasional tahun 2024 menunjukkan bahwa 20,74% remaja putri yang diskrining mengalami anemia, meskipun 76,42% telah mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar. Di Provinsi Aceh, capaian lebih rendah, dengan hanya 49,08% remaja putri rutin mengonsumsi TTD, 78,09% telah diskrining, dan 17,05% terindikasi anemia. Survei awal di MTsN 7 Aceh Barat juga menunjukkan kurangnya pemahaman siswi mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan anemia. Kegiatan “Remaja Putri Cerdas Tanpa Anemia” bertujuan meningkatkan pengetahuan siswi melalui ceramah interaktif, diskusi, kuis, demonstrasi pembuatan “Puding Kacang Hijau Sagu Mutiara Pandan”, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 10 remaja putri kelas VIII berpartisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test 18,10 (60,33%) meningkat menjadi 28,50 (95,00%) pada post-test; uji Paired Sample T-Test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) dan effect size Cohen’s d = 1,35. Kesimpulannya, penyuluhan ini efektif meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi pangan bergizi serta kepatuhan minum TTD





