Pemberdayaan Ibu PKK melalui Pendampingan Kebun Gizi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Lokal

Authors

  • Novarizki Galuh Ayudianningsih Universitas Ivet, Semarang
  • Catur Retno Lestari Universitas Ivet, Semarang
  • Restu Ayu Eka Pustika Dewi Universitas Ivet, Semarang
  • Chairunisa Nur Rarastiti Universitas Ivet, Semarang
  • Hilda Fathiya Ifada Universitas Ivet, Semarang

Keywords:

Kebun Gizi, Ibu TP-PKK, Pangan Lokal, Pemberdayaan, Strategi Ketahanan

Abstract

Ketahanan pangan dan gizi merupakan salah satu komponen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat, terutama di tingkat keluarga. PKK sebagai agen penggerak berarti berupaya mewujudkan empat pilar ketahanan pangan di tingkat keluarga. Empat pilar ketahan pangan itu terdiri dari: ketersediaan, akses, pemanfaantan, dan stabilitas. Kebun gizi merupakan suatu program yang berbasis pada pemanfaatan aset lahan tidur dengan melibatkan peran masyarakat untuk pelaksanaannya. Tentu saja pola komunikasi yang baik pada komunitas masyarakat sangat diharapkan agar program berjalan secara efektif dan efisien. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan pentingnya ketahanan pangan dengan tersedianya kebun gizi dalam menyediakan gizi seimbang bagi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penyampaian materi pelatihan. Sebagai hasil pengabdian yang diperoleh bahwa penyuluhan yang disertai diskusi dengan para TP-PKK berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam pentingnya ketahanan pangan dengan pemanfaatan kebun gizi. Pentingnya penguatan dari orang-orang yang dianggap penting menjadikannya lebih berkomitmen untuk mengubah perilaku untuk perubahan perilaku.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Novarizki Galuh Ayudianningsih, Catur Retno Lestari, Restu Ayu Eka Pustika Dewi, Chairunisa Nur Rarastiti, & Hilda Fathiya Ifada. (2025). Pemberdayaan Ibu PKK melalui Pendampingan Kebun Gizi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Lokal. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(02), 136–140. Retrieved from https://jurnal.mifandimandiri.com/index.php/berbakti/article/view/693