Fokus dan Ruang Lingkup

Jurnal Hilirisasi Ilmu Masyarakat berfokus pada publikasi hasil kegiatan hilirisasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berorientasi pada penerapan langsung di masyarakat. Jurnal ini menampung karya ilmiah yang menekankan proses transformasi hasil riset dan keilmuan akademik menjadi solusi praktis, inovasi aplikatif, serta kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Jurnal ini mendorong kontribusi multidisipliner dari akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam mendokumentasikan model, strategi, serta dampak penerapan ilmu pengetahuan di berbagai konteks sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya masyarakat.

Cakupan Keilmuan

Ruang lingkup artikel yang dapat diterbitkan dalam Jurnal Hilirisasi Ilmu Masyarakat meliputi, namun tidak terbatas pada:

  1. Hilirisasi Hasil Penelitian dan Inovasi

    • Penerapan hasil riset di masyarakat

    • Transfer teknologi tepat guna

    • Inovasi berbasis kebutuhan lokal

  2. Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Ilmu Pengetahuan

    • Model dan praktik pengabdian masyarakat

    • Pemberdayaan masyarakat berbasis riset

    • Kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan komunitas

  3. Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat

    • Pengembangan UMKM dan kewirausahaan masyarakat

    • Ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis komunitas

    • Peningkatan kapasitas dan literasi masyarakat

  4. Hilirisasi Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran

    • Inovasi pembelajaran di masyarakat dan sekolah

    • Pelatihan dan peningkatan kompetensi pendidik

    • Pendidikan nonformal dan informal berbasis kebutuhan masyarakat

  5. Teknologi Digital dan Transformasi Sosial

    • Pemanfaatan teknologi digital untuk masyarakat

    • Literasi digital dan inklusi teknologi

    • Smart community dan masyarakat berbasis teknologi

  6. Kesehatan, Lingkungan, dan Keberlanjutan

    • Edukasi kesehatan masyarakat

    • Pengelolaan lingkungan dan sumber daya berkelanjutan

    • Teknologi ramah lingkungan dan mitigasi risiko

  7. Kebijakan Publik dan Tata Kelola Masyarakat

    • Implementasi kebijakan berbasis riset

    • Partisipasi masyarakat dalam pembangunan

    • Tata kelola desa dan komunitas lokal

  8. Kearifan Lokal dan Pembangunan Berbasis Budaya

    • Pelestarian dan pengembangan kearifan lokal

    • Integrasi budaya dalam program pemberdayaan

    • Penguatan identitas dan kohesi sosial masyarakat