Tantangan dan Inovasi Guru SMA dalam Mengembangkan Nalar Kritis Siswa melalui Pendekatan Deep Learning pada Kurikulum Merdeka di Yogyakarta
Keywords:
deep learning, inovasi pembelajaran, kurikulum merdeka, nalar kritis, pembelajaran kreatifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan dan inovasi guru SMA dalam mengembangkan nalar kritis siswa melalui pembelajaran kreatif berbasis pendekatan deep learning pada implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan pada lima SMA negeri yang mewakili setiap kabupaten/kota di Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru yang telah menerapkan strategi pembelajaran berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi pembelajaran kreatif seperti proyek kontekstual, studi kasus, diskusi terstruktur, penggunaan media digital dan pengembangan LKPD berbasis HOTS. Strategi tersebut terbukti mendorong keterlibatan siswa dalam aktivitas analitis, evaluatif dan reflektif. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kesiapan guru terhadap perubahan kurikulum, perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, fasilitas dan kendala teknologi. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru mengembangkan inovasi seperti integrasi teknologi secara bertahap, proyek berbasis bahan sederhana, metode pembelajaran menyenangkan, diferensiasi pembelajaran, serta pemanfaatan pelatihan mandiri melalui Ruang GTK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas pedagogis dan kemampuan adaptif guru menjadi kunci dalam mengoptimalkan pembelajaran mendalam dan pengembangan nalar kritis siswa pada Kurikulum Merdeka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Diah Arini, Finna Wijayanti, Nisa ‘Urrahmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




